Jawaban yang ku nanti….
Malam ini hujan turun sangat lebat sekali dan aku tak tahu bagaimanakah perasaanku sekarang. Apakah hujan ini mencerminkan hatiku yang sedang menangis? Entah aku tahu. Di teras rumahku yang sangat mungil dan sunyi aku ditemani oleh buku diaryku yang merupakan salah satu saksi dimana aku melewati peliknya hidupku ini. Ternyata banyak sekali goresan-goresan tinta yang menghiasi elmo diary yang merupakan sebutan buku diaryku kesayanganku. Elmo sudah ku anggap sebagai sahabat sejati aku yang dimanapun dan kapanpun selalu menemaniku baik dalam keadaaan suka maupun duka.
Ku buka perlahan ”elmo” tepat dihalaman pertama pada tanggal 1 september 2008 kutuliskan bagaimana saat pertama aku memasuki bangku kuliah dan meninggalkan berbagai kenangan masa SMA yang begitu penuh dengan canda dan tawa.
Aduh, jam berapa nih mba??
Ni dah jam setengah tujuh em..
Waduh kok g ada yang bangunin aku sih mba?sambil ku beranjak dari tempat tidurku yang telah membuatku terlambat pergi kekampus.
Yah mba kan nggak tahu kamu kuliah jam berapa?ya udah daripada ngomel-ngomel mlulu mendingan kamu cepet-cepet mandi gih..jawab mba ita teman sekamarku di kos
Dengan terburu-buru aku beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk aku mandi, cukup dengan 5 menit saja. Tak mau buang waktu aku segera berdandan agar terlihat lebih fresh di pertama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang yang letaknya nun jauh diatas pegunungan. Jalan-jalan yang berkelok-kelok harus dilalui oleh setiap mahasiswa yang akan kuliah di UNNES ini.
Selesai berdandan aku segera memakai sepatu dan tas kemudian langsung meluncur ke tempat aku kuliah yakni di gedung sejarah sesuai dengan jurusan yang aku ambil yakni pendidikan sejarah. Tak lain dan tak bukan aku memilih ini karena aku ingin meneruskan impian mama aku untuk menjadi seorang guru.
Aduh ruangannya dimana ya??bingungku.
Mas...mas...tahu nggak ruangan C2-216?
O iya, itu ruangan ada dilantai dua terus jalan kekanan aja.
Ow gitu ya mas, makasih ya mas...ucapku
Eh..eh..tunggu kamu mahasiswa baru yak??tanyanya padaku
Hehehe...iya mas...maaf mas saya udah terlambat masuk kuliah. Balasku buru-buru sambil aku menaiki tangga.
Kutinggalkan sosok laki-laki itu yang baru kusadari ternyata wajahnya sangat rupawan. Kemudian kucari-cari ruangan yang telah diberi tahu letajnya oleh mas yang belum sempat kutanya siapa namanya.
Untung belum ada dosennya...legaku sambil kududukan diri dibangku paling depan karena telah penuh terisi oleh mahasiswa yang nantinya akan menjadi rekan kerjaku.
”Kayaknya kelihatan capek banget mba??”tanya seseorang disebelahku.
”iya nih tadi telat bangun, terus lari-lari nyari ruangan kuliah..jawabku sambil mringas-mringis..
”owww...mba namanya siapa?”tanyanya lagi
” ow iya nama aku amelia ema safira, tapi bisa dipanggil ema ajua.hehehe....jawabku sambil kuberjabat tangan dengan cewek yang lumayan manis dan kalem..”
”terus namanya mba siapa?”tanyaku balik
”namaku niken permata siregar..tapi cukup panggil dengan nama niken aja. Balasnya sambil menjabat tangaku yang berkeringat karena grogi”.
Akhirnya kuliah perdanaku telah kulalui dengan mendapat berbagai macam teman baru, aku pulang kuliah bareng dengan niken orang yang pertama mengajakku berkenalan. Kujirup suasana kampus yang jauh lebih berbeda dengan suasana saat aku di SMA. Sekarang aku sudah menyabet sebutan mahasiswa yang kelihatannya keren kalau disebut..hehehe...
”ma, kamu mau pulang kekos sekarang atau nanti?”tanya niken
”Hmm..gimana ya aku pengen jalan-jalan keliling kampus dulu..jawabku sambil melihat ke lapangan luas yang tepat didepan mataku.
”ma, aku pulang duluan yah soalnya ada kakakku yang mau dateng kekos..ucap niken”.
”Ow iya nggak apa-apa kok..aku biasa kemana-mana sendiri, kan aku malang” jawabku sambil senyum-senyum sendiri.
”He...malang??tanya niken kebingungan mendengar kata itu..
”niken, malang itu mahasiswa berpetualang..hahaha....sambil aku tertawa melihat ekspresi niken yang kebingungan”
”Oww...kirain kamu malang kenapa?”ucap niken.
”Niken...niken...ya udah gih katanya kakak kamu mau dateng..o iya aku minta nomer HP kamu dong siapa tahu besok-besok kita satu rombel lagi..
” O iya ne nomerku 085645822963..disave ya ma...”ucap niken..
”Ocre bos...ntar malem tak sms deh...”
”Iya, aku pulang duluan ya...” da...
”Okey see you tomorrow...”jawabku sambil melambai-lambaikan tangan.
Niken dah pulang, sekarang tinggal aku sendirian dan kulihat banyak orang yang begitu asing bagiku. Ada penjual jus, akupun membelinya sambil mencari-cari tempat yang rindang untuk menikmati suasana kampusku tercinta ini yang nantinya akan menggoreskan berbagai cerita. Kutemukan tempat dibawah pohon terlihat bangku panjang yang terlihat cukup rindang apabila aku duduk disitu sambil meminum jus kesukaanku yaitu jus melon.
Ku berjalan menuju tempat yang begitu mencuri pandanganku tadi, kududuk sambil sesekali aku menyeruput jus yang aku tadi aku beli dari ibu penjual yang begitu ramah melayaniku. Rindang, itulah yang kurasakan meskipun hanya disebuah bangku yang terbuat dari besi. Terlintas aku teringat dengan orang yang tadi pagi aku temui, bukan niken akan tetapi cowok yang begitu ramah memberi tahu jawaban dari kebingunganku. Siapakah dia?mungkinkah aku bisa bertemu dengannya lagi?berbgai pertanyaan tentangnya muncul menhantui pikiranku.
Terlalu lama aku duduk dibawah pohon sampai-sampai rasa kantuk menghampiriku. Segera aku berajak untuk langsung pulang ke kos. Tapi tiba-tiba...
”Brukkk...”aku menabrak seseorang dan jus yang aku pegang lepas dari genggamanku..
”aduh..,mas kalau jalan lihat-lihat dong..jadi jatuh nih jus aku..ucapku marah dengan seseorang yang ternyata tidak begitu asing kulihat”.
”ma..af mba saya nggak sengaja nabrak..”
”kamu....kamu...kamu..kan orang yang tadi pagi dah bantu aku kan?”tanyaku terpaku melihat paras yang tadi sempat aku bayang-bayangin.
”Oww..iya..kamu mahasiswa baru yang tadi pagi tanya tentang ruangan kan?”tanyanya balik
”hehe..Iya...”jawabku mringis
”maaf dek, tadi saya nggak nglihat kamu..”jawabnya penuh dengan kelembutan.
Dek??pertanyaan itu mulai muncul dibenakku..apakah dia kakak kelasku?semester berapa?dan jurusan apa dia?pertanyaan itu mulai terjawab karena dengan kejadian itu aku malah banyak ngobrol dengannya. Dan Akhirnya aku tahu siapa namanya,semester berapa dia. Alex surya adi mahasiswa angkatan 2006 semester 6 jurusan sama denganku pendidikan sejarah. Betapa senangnya diriku aku bisa berkenalan dengan cowok setampan dia dengan paras yang meneduhkan hati setiap orang yang melihatnya, dengan alis yang tidak begitu tebal dan wajah yang coklat tapi bersih sehingga orang akan terpukau melihatnya seperti yang terjadi padaku sekarang.
Aku pulang kekos dengan membawa berbagai cerita yang sangat-sangat menggembirakan buatku. Aku mendapatkan seorang teman baru, terus dapet kenalan kakak kelas yang cakep banget wajahnya..hehehe...aku terus teringat dengan wajah kak alex yang tersenyum padaku dan begitu ramah padaku. Akankah aku bisa deket sama dia?apakah mungkin aku bisa jadi pacarnya? Secara dia ketua BEM di fakultas. Apa jadinya ya bila aku jadian sama kak alex?pasti deh aku bakalan bangga ma dia. Angan-anganku mulai melayang-layang entah kemana, membayangkan itu semua.
Sudah sebulan aku mencicipi gimana rasanya bangku kuliah itu, semakin banyak hal yang kurasakan. Teman-teman yang semakin bertambah banyak dan tentunya yang terpenting nanti sore aku bakalan ngedate sama kak Alex. Aduh senangnya aku sampai tak bisa kuungkapkan lagi dengan kata-kata. Sudah sebulan aku saling berkomunikasi dan saling sms-an dengan kak alex. Dan semoga aja hari ini aku ditembak sama kak alex untuk jadi pacarnya..hehehe..
”hai kak?”sapaku ramah
”hai, sini duduk gih...”balasnya merdu. Mau pesan apa ma?”tanyanya padaku
” hmm...jus melon aja kak..”jawabku grogi
”mba jus melon dua ya..”ucap kak alex pada pelyan kafe dui yang merupakan kafe paling romantis yang ada di kampus.
”Tadi kuliah berapa?”tanyanya sambil memandang wajahku yang merah seperti tomat karena grogi.
”Emmm...kuliah dua kok kak.”jawabku
”lho kok manggil kak sih, panggil alex aja ya..”
”iya kak, eh alex...ucapku memanggilnya dengan sebutan tanpa ada sapaan ”kak”..
Tak kusangka tiba-tiba dia memegang tanganku yang kelihatan gemetar dan dingin..dan berkata
” ema semenjak aku pertama kali melihatmu aku merasa ada yang berbeda denganku,aku selalu teringat dengan wajahmu. Dan aku ingin wajah itu selalu menyinari hidupku yang setiap saat bisa ku pandang”
” ma, masih nggak mudeng dengan yang km omongin..”ucapku gemetar.
Tak kusangka alex laki-laki yang selama ini aku kagumi memintaku untuk menjadi seseorang yang selalu ada didekatnya yakni mejadi kekasih hatinya.entah ketika aku mendengar dia berkata seperti itu seakan waktu terhenti, mata kamipun saling bertatap dan mata alex berusaha meyakinkanku bahwa dia benar-benar serius mengatakannya. Akupun menerima permintaan itu karena itu merupakan suatu keajaiban yang tuhan berikan padaku.
Hampir selama dua bulan kami menikmati indahnya rasa kebersamaan dan merasakan nikmatnya pacaran dimana selama hidupku ini aku belum pernah ditembak oleh siapapun. Rasanya seperti orang pacaran kebanyakan, komunikasi lancar dan kamipun sering bertemu di kampus sekedar mengobrol ataupun bercanda tawa dengan sesekali dia membelai kepalaku. Tapi dalam waktu dua bulan itu baru aku menyadari bahwa keputusan yang aku buat adalah suatu kesalahan yang besar. Ternyata Alex bukanlah pria yang sempurna untukku, dia ternyata sama seperti yang selama ini orang bilang. Dia memacariku hanyalah untuk mempermainkan aku saja, untuk menambah koleksi gadis yang berhasil dia tipu. Tuhan kenapa ini terjadi padaku dimana aku melihat semua tipu dayanya terhadap semua cewek didepan mataku. Aku sempat melihat dia sedang bercumbu mesra dengan seorang cewek yang terlihat sexy. Waktu itu juga aku langsung memutuskan hubungan dengannya tanpa memberikan dia waktu untuk menjelaskannya. Aku sangat membencinya dan sungguh ingin dia semoga mendapat karma sesuai dengan rasa sakit aku rasakan sekarang.
Setelah kejadian itu aku mulai menyibukkan diri diorganisasi yang cukup aneh asing buatku yakni ROHIS. Dimana waktu dulu aku SMA sangat anti sekali dengan Organisasi itu entah mengapa sampai-sampai aku tidak menyukainya. Setelah aku masuk dan menjadi pengurus didalamnya sangat banyak hal yang menurutku aneh yaitu dimana saat ada syuro’ (sebutan rapat bagi kalangan anak rohis)hehehe....saat aku syuo ternyata kita tidak saling menatap akan tetapi ada suatu penghalang entah itu kain ataupun papan yang penting ada yang menghalangi. Serentak akupun kaget ketika rapat eh ternyata kita tidak melihat orang yang rapat dengan kita. Bayangkan coba, aneh kan? Tapi pertanyaan yang ada dipikiranku ternyata terjawab sudah, kata mbak-mbak kosku yang mungkin lebih dahulu berkecimpung didalam dunia Rohis dijelaskan bahwa apabila kita rapat tidak ada penghalangnya maka itu akan lebih bisa menimbulkan zina mata. Dimana yang aku ketahui pula bahwa zina mata merupakan salah satu dosa besar.( cielee akhirnya tahu juga...hahahaha).dan di rohis inilah aku mengenal seseorang yang bisa membuatku tersenyum kembali, radit adalah seseorang itu sosok bertubuh agak gendut, item manis dan cerdas dalam berpublic speaking. Aku mulai mengenalnya saat ada kegiatan Pemilu mahasiswa dalam rangka memilih presiden mahasiswa dimana aku adalah panitia pemungutan suaranya dan radit sebagai korfak yakni koordinator fakultas yang pada saat itu kebetulan aku satu fakultas sama dia. Ketika aku merasa bingung dengan kondisi dilapangan. Dan akupun mengsms radit karena posisi aku aku pada saat itu aku merasa kebingungan. Saat itu aku tidak begitu memperhatikan dia karena aku tidak begitu mengenalnya akan tetapi yang aku sukai adalah dia selalu memberikan support dan semangat kepadaku. Itulah hal positif yang pertama aku ambil dari sosok radit. Yang tak kusangka-sangka akupun juga bertemu dengan dia di rohis tapi aku tidak satu departemen denganku.
Entah bagaimana ceritanya akupun lupa darimana aku mengawalinya, kami sering mengirim sms sampai itu berjalam selama 9 bulan lamanya. Banyak sekali yang kami bicarakan sampai-sampai memori pesan masukku penuh...hehehe...kami tiap malam mengirim sms sekedar menanyakan lagi ngapain?dah makan belum? Ya...dari hal terkecilpun kami sering saling balik bertanya. Sampai-sampai waktu kami tak memperhatikannya. Pernah sampai pukul 01.30 kami smsAn. Kamipun juga tidak tahu kenapa kami bisa saling klop dan nyambung dalam berkomunikasi meskipun hanya lewat sms saja. Apabila kami bertemu di kampus maka kami Cuma bertegur sapa karena kamipun tak begitu enaka apabila dilihat oleh anak-anak rohis lainnya. Sapaan khususpun ada lho...aku memenggilnya dengan sebutan ”zandul” dan dia memanggilku dengan sebutan ”emul”. Itulah sebutan yang hanya kamilah yang mengetahuinya. Bayak sekali momentku bersamanya dan pada suatu ketika aku bertanya padanya saat bersmsan dengannya..
Oh iya hubungan kita ini kayak gimana?tanyaku
Iya ya..dibilang temen tapi akrab banget terus gimana donk...lha menurutnya emul gimana?jawabnya dengan bercanda.
Randul kan lagi nunggu....tambahnya..
Nunggu siapa????tanyaku penasaran.
Kalau nunggu emul gimana?mau g?hehehe
Maksudnya?? Emang zandul mau nunggu ema?
Tapi kan untuk sekarang ini kan nggak mungkin, jadi ntar waktu semster ats aja dibahasnya..okey...jawabnya..
Owww gitu ya...okelah kalau begitu...
Bahasa smsan itulah yang mengawali tumbuhnya perasaan yang aneh pada diriku. Entah apakah ini cinta atau hanya nafsu sesaat aja? Aku tak tahu... sejak saat itulah hubunganku dengannya menggantung tidak ada statusnya tapi aku tetap enjoy dengan apa yang sekarang ini aku jalani dengannya meskipun secara sembunyi-sembunyi tak ada seorangpun yang mengetahuinya bahkan anak-anak rohis lainnya. Hampir setiap hari selama 8 Bulan kami saling mengirim sms dan saling memberikan perhatian satu sama lain sungguh bisa kukatakan bahwa dia yang bisa membuatku tersenyum dan merasakan setitik kebahagiaan. Keyakinan sudah mulai muncul dalam benakku bahwa perkataan dia tentang kata menunggu itu akan terealisasikan. Entah itu akan terwujud kapan tapi semoga keyakinanku padanya akan selalu ada.
Tapi bulan mei aku mulai bingung dan gelisah kenapa akhir-akhir ini hp jarang muncul sms yang bertuliskan nama “PB” aku menyebutnya seperti itu karena pb merupakan singkatan dari “Principle Boys”dimana dia salah satu orang yang mempunyai prinsip dalam hidupnya dan itu tidak bisa diganggu ataupun oleh siapapun. Itulah yang menjadi pembeda dari orang-orang yang lain dan aku sukai itu. Tapi mnegapa sekrang dia mulai menjauhiku? Apakah aku telah berbuat kesalahan padanya? Sekarang akupun tak punya lagi teman begadang lagi yang biasanya mengajakku bercanda tawa, sungguh kurasakan hampa dalam hidupku saat itu.disaat itu aku mulai bingung akan sikap yang tiba-tiba berubah padaku. Apakah dia sudah punya penggantinya?
Hari demi hari hatikupun serasa telah disambar petir semalam dan suasananya masih mendung gelap gulita kurasa. Kuliah jadi nggak konsen gara-gara dia. Entah kenapa aku jadi begini?terkadang akupun pernah sesekali bertemu dengannya akan tetapi sikapnya kurasakan mulai berubah dan dia menganggapku seperti akhwat-akhwat lainnya yang perlu dijaga dalam berinteraksi. Harus bagaimanakah aku?selalu pertanyaan itu yang selalu terngiang dipikiranku.
Eh...ngalamun aja ki...
Sekilas lamunanku terbangun mendengar suara yang tidak asing bagiku..dan setelah kulihat ternyata..sapto, dia adalah sahabatku di BEM. Dia selalu membantuku ketika aku mengalami kebingungan akan organisasi dan juga tugas-tugas kuliah yang menumpuk dan menghantuiku..
Ih...sapto ngagetin aja deh..kesalku..
Hehehe..maap, abis kamu ngelamun aja sih kerjaaanya...lagi patah hati yak?guraunya padaku sambil memperlihatkan wajah konyolnya yang membuatku tak kuasa untuk merah dengannya.
Iya ki lagi patah hati...jawabku..
Wah ma, aku tahu kalau aku menarik tapi sayang dah banyak yang ngantri nih...jawabnya..
Ih pede banget siapa juga yang mau sama kamu pemilik wajah konyol bin aneh lagi...tambahku mengejeknya..
Ya begitulah jika aku dan sapto bertemu selalu ada ejekan dalam percakapan kami. Dan dialah satu-satunya teman yang selalu bisa menghiburku dan sejenak melupakan sosok radit. Banyak sekali temen-temen yang mengharapkan aku dengan sapto berpacaran, akan tetapi entah mengapa perasaanku tak bisa berubah terhadap radit hatiku masih untuk radit semata entah apkah ini cinta buta?aku tak tahu, yang ku tahu hanyalah aku ingin dia selalu ada untukku. Akan tetapi itu sepertinya hanya angin lalu belaka.aku menganggap sapto seperti saudaraku sendiri tak pernah berpikiran kalau aku bisa menaruh hati padanya...mungkinkah suatu saat nanti itu akan ada??
Tak kurasa sekarang aku telah semester 7 dan hanya tinggal menuggu ujiian skripsi. Aku hampir tak percaya secepat inikah waktu yang kujalani?setelah bertahun-tahun aku melewati tanpa pernah kurasa sampai saat ini aku masih bertahan dan bisa mengatur berbagai permasalahan yang ada mulai dari kuliah yang ipk selalu turun, masalah di BEM yang semakin menyita waktuku sehingga manajemen waktuku kedodoran layaknya seperti daster ibuku yang sudah molor dibagian sana-sini...jika aku membayangkan terkadang aku malah senyum-senyum sendiri dan terharu ternyata perjuanganku tidaklah sia-sia.
Seminggu lagi tepatnya tanggal 25 agustus 2010 aku akan ujian skripsi yang itu masih tidak dapat kupercaya ternyata aku akan lulus secepat ini hanya perlu waktu 3,5 tahun. Waktu yang cukup singkat akan tetapi juga merupakan waktu yang sangat lama dimana waktu 3,5 tahun itu pula aku masih menunggu radit orang yang entah tak bisa aku lupakan dari ingatanku bahkan menghilangkannya dari hatiku. Dimana sampai saat ini dia belum mengatakan apa-apa padaku tentang janji yang dulu ia ucapkan padaku. Kulihat dia akan lulus tahun ini sama denganku.
Tanggal 25 agustus telah kulalui dengan penuh sungguh-sungguh mengerahkan segala kemampuan yang aku miliki. Dan tiba-tiba...
Ma, selamat ya...ucap sapto tiba-tiba dengan langsung memegang tanganku seakan aku telah mendapat undian berhadiah.
Ada ap emangnya??kamu kok kayak orang kesurupan aja...tanyaku bingung..
Kamu..kamu...jadi lulusan terbaik pertama se universitas..jelas sapto yang membuatku specless mendengarnya dan tak bisa berucap apa-apa lagi hanya air mataku yang mulai menetes sebagai tanda bahagia dan haru birunya hatiku saat itu...
Hebat lho dari fakultas kita ada 2 orang yang dapat penghargaan itu..dapat juara satu dan dua lagi..
Emangnya siapa orangnya...tanyaku penasaran sambil mengendalikan perasaanku.
Ya kamu juara satunya, terus juara duanya dari anak geografi ya satu angkatan ma kita...namanya itu...
Radit kan?kusela penjelasan sapto sambil menyebutkan nama yang memang ternyata dia yang dimaksudkan oleh sapto...
Lho kok kamu tahu?
Nggak Cuma nebak aj....hehehe...
tak kusangka dia juara dibawah aku padahal aku kira aku yang akan jadi juara duanya..ternyata tuhan berkehendak lain dan menakdirkanku untuk mendapatkan hadiah itu.
Hp ku tiba berbunyi dan tak kusangka panggilan dari orang yang benar0benar aku harapkan saat itu menelponku,,ya dia radit...
Asalamualaikum...
Waalaikumsalam...emul gimana kabarnya?
Alhamdulilah baik, lha radit ndiri gimana?
Iya alhamdulilah baik, selamat ya emul dah jadi lulusan terbaik tahun ini..
Iya sama-sama..jawabku gugup
Oh ya kita bisa ketemuan nggak ada hal yang pengen aku omongin ki..hehehe...
e...e...kapan?
kapan ya?kalau besok minggu gimana?ntar ketemuan dikampus aja..emul bisa nggak?
insyaAllah bisa kok..
ya udah sampai ketemu hari minggu yak...ucapnya sambil menutup telpon
setelah dia menelponku, akupun mendapat kabar dari mama untuk segera pulang karena ada hal yang perlu dibicarakan lebih serius. Aku bingung ada masalah apa dirumah?dan akupun segera pulang kerumah dan ternyata hal yang perlu dibicarakan lebih serius lagi adalah ada seseorang yang mengirimkan lamaran lepada kedua orangtuaku. Dia pria soleh asal bandung berumur lebih tua dariku sekitar 3 tahun diatasku. Dia pria yang mapan dan perfect buat orang tuaku, akupun menyukainya dengan melihat baik profilnya maupun berkenalan langsung dengannya bahkan dia langsung membawa segenap keluarganya untuk berkunjung kerumahku. Yusuf nama pria itu, sangat sosok yang perawakannya supel dan bisa menyesuaikan diri dimanapun dia berada. Keluarganyapun begitu menyenangkan dan semua keluargakupun menyukainya. Entah mengapa aku merasa bingung ketika dia melihatku dimana baru mengenal secara keseluruhan dia langsung melamarku lewat orang tuaku. Mendengar itu mama semua menyerahkan segala keputusan ditanganku. Saat itu juga aku benar-benar merasa bingung mengenai hal yang tiba-tiba menuntutku untuk membuat suatu keputusan dan keputusan itu sangatlah sulit untukku.
“elmo aku bingung nh,,,,kenapa tuhan memberikan suatu hal yang harus segera aku putusin.aku harus pilih yang mana yusuf ato radit?aku benar-benar ingin tahu apa yang akan radit katakan padaku?apakah itu jawaban yang benar-benar aku nanti??”
Hanya rasa bingung yang menghinggapiku saat itu dimana ketika aku pulang sudah disuguhi suatu amanah yang berat dan akupun harus segera mengambil keputusan itu. Aku hanya diberikan waktu 1 minggu untuk memberikan keputusan apakah aku memilih yusuf sebagai calon pendamping terakhirku?suatu pilihan yang benar-benar sulit dan berat.
Keesekon harinya akupun segera kembali kekampus untuk menemui radit karena dia ingin membicarakan sesuatu padaku. Kutunggu dia dengan penuh keriangan dan berbagai harapan semoga dia akan dapat memudahkan aku dalam mengambil keputusan. Tak kurasa 1 jampun sudah berlalu, radit tak kunjung datang dan tiba-tiba ada pesan masuk di handphoneku...yang berbunyi bahwa dia meminta maaf padaku bahwa dia nggak bisa datang untuk menemuiku karena ada urusan mendadak dan dia tak mengatakan urusan apa itu. Dan sebaliknya akupun tak kuasa untuk menanyakan urusan apa itu. Akupun pulang dan tetap berpikir positif bahwa hanya sementara dia ada urusan dan ini bukan pertanda yang buruk akan tetapi merupakan awal yang indah yang akan segera aku dapatkan.
Akan tetapi setelah beberapa hari aku menunggu kabar darinya tak kunjung aku dapatkan. Tak ada pesan masuk darinya. Mungkin ini pertanda dari tuhan untuk aku segera mengambil keputusan dan dengan aku menerima yusuf sebagai calon suamiku. Memang masih setengah hati aku menerimanya akan tetapi aku sudah tak sanggup lagi menuggu yang tak pasti dari radit.
Akupun diajak oleh yusuf untuk jalan-jalan untuk bisa lebih terbuka satu sama lain. Dan tak kusangka dia berkata....
Ema masih memikirkan sesuatukah?tanyanya
e...ee...ee maksud kamu?tanyaku balik
ema setengah hati kan menerima yusuf? Jujur aja nggak apa-apa kok. Besok kita kan akan menikah dan yusuf pengen kalau tak ada kebohongan ataupun sesuatu yang mengganjel di hati ema.
Dengan wajah terkejut akupun menjawab.
Sebenarnya ema dulu mengenal seorang pria yang ema sayang tapi dia tidak memberikan kepastian mau dibawa kemana hubungan kita. Tapi ternyata jawaban itu tak kudapat.aku nggak mau nyakitin yusuf tapi maaf ema memang masih mengganjal dan masih pengen mendengar jawaban itu langsung dari dia....jawabku yang tak kurasa airmata telah menetes dipipiku.
Nggak apa-apa kok ma..itu wajar dirasakan oleh setiap makhluk ciptaan tuhan. Apabila ema memang belum mantap menerima yusuf insyaallah ikhlas untuk melepaskan ema dan yusuf hanya ingin melihat ema tersenyum.jawabnya...dengan penuh keyakinan dia mengucapkan itu
Tapi ...aku kan sudah mengambil keputusan untuk memilih kamu...
Nggak ma, aku merasa kalau kamu masih ingin mendengar jawaban itu dari dirinya.pergiltelah kejadianah temui dia...
Setelah kejadian itu aku segera menemui radit dengan waktu yang telah aku dan sepakati. Entah mengapa bukan rasa senang yang ada pada diriku akan tetapi aku teringat dengan yusuf dan dia tak bisa menghilang dari pikiranku saat itu.
Emul maaf kemarin radit nggak ngassih kabar dan baru sekarang aku ngasih kabarnya..
Iya nggak apa-apa kok...jawabku pendek masih dengan pikiran akan yusuf sosok pria yang
Sangat istimewa untukku..
Ku berlari meninggalkan radit ditengah-tengah tamanlah dengan tujuan untuk menemui yusuf. Aku lega telah mengatakan semua isi hatiku pada radit bahwa aku telah dilamar seseorang dimana dia adalah orang yang baru hitungan bulan aku mengenalnya tapi entahmengapa dalam waktu singkat aku telah sadar bahwa tuhan memang memberikan dia untukk. Barusa cintaku pada aku sadari bahwa aku mencintainya melebihi radit.
Mama...lagi ngapain?suara yang begitu menenangkan itu membangunkanku dari lamunan
Eh papa..ini lagi baca-baca buku diary mama yang dulu sering banget mama tulis. Jawabku
Mau tahu dia siapa?dia adalah suami yang sangat-sangat aku cintai, seseorang yang merupakan akhir dari jawaban yang kunanti. Dia bukan radit seseorang yang akhirnya menjadi pendampingku akan tetapi dia adalah yusuf al bukhori seseorang yang telah ditakdirkan tuhan untukku..dan sampai sekarang sampai detik ini aku hanya mencintainya dan sampai kapanpun aku tak akan mau kehilangannya. Tuhan terima kasih, atas jawaban yang telah lama kunanti dan aku benar-benar mendapatkan jawaban itu.engkau memang memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. Aku sangat percaya bahwa kekuatan ALLAH adalah segalanya, kita hanya bisa merencanakan akan tetapi ALLAH satu-satunya yang menentukannya.
The end
Kamis, 01 Juli 2010
Langganan:
Komentar (Atom)
