Kamis, 01 Juli 2010

my cerpen (jawaban yang kunanti)

Jawaban yang ku nanti….

Malam ini hujan turun sangat lebat sekali dan aku tak tahu bagaimanakah perasaanku sekarang. Apakah hujan ini mencerminkan hatiku yang sedang menangis? Entah aku tahu. Di teras rumahku yang sangat mungil dan sunyi aku ditemani oleh buku diaryku yang merupakan salah satu saksi dimana aku melewati peliknya hidupku ini. Ternyata banyak sekali goresan-goresan tinta yang menghiasi elmo diary yang merupakan sebutan buku diaryku kesayanganku. Elmo sudah ku anggap sebagai sahabat sejati aku yang dimanapun dan kapanpun selalu menemaniku baik dalam keadaaan suka maupun duka.
Ku buka perlahan ”elmo” tepat dihalaman pertama pada tanggal 1 september 2008 kutuliskan bagaimana saat pertama aku memasuki bangku kuliah dan meninggalkan berbagai kenangan masa SMA yang begitu penuh dengan canda dan tawa.
Aduh, jam berapa nih mba??
Ni dah jam setengah tujuh em..
Waduh kok g ada yang bangunin aku sih mba?sambil ku beranjak dari tempat tidurku yang telah membuatku terlambat pergi kekampus.
Yah mba kan nggak tahu kamu kuliah jam berapa?ya udah daripada ngomel-ngomel mlulu mendingan kamu cepet-cepet mandi gih..jawab mba ita teman sekamarku di kos
Dengan terburu-buru aku beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju ke kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk aku mandi, cukup dengan 5 menit saja. Tak mau buang waktu aku segera berdandan agar terlihat lebih fresh di pertama aku kuliah di Universitas Negeri Semarang yang letaknya nun jauh diatas pegunungan. Jalan-jalan yang berkelok-kelok harus dilalui oleh setiap mahasiswa yang akan kuliah di UNNES ini.
Selesai berdandan aku segera memakai sepatu dan tas kemudian langsung meluncur ke tempat aku kuliah yakni di gedung sejarah sesuai dengan jurusan yang aku ambil yakni pendidikan sejarah. Tak lain dan tak bukan aku memilih ini karena aku ingin meneruskan impian mama aku untuk menjadi seorang guru.
Aduh ruangannya dimana ya??bingungku.
Mas...mas...tahu nggak ruangan C2-216?
O iya, itu ruangan ada dilantai dua terus jalan kekanan aja.
Ow gitu ya mas, makasih ya mas...ucapku
Eh..eh..tunggu kamu mahasiswa baru yak??tanyanya padaku
Hehehe...iya mas...maaf mas saya udah terlambat masuk kuliah. Balasku buru-buru sambil aku menaiki tangga.
Kutinggalkan sosok laki-laki itu yang baru kusadari ternyata wajahnya sangat rupawan. Kemudian kucari-cari ruangan yang telah diberi tahu letajnya oleh mas yang belum sempat kutanya siapa namanya.
Untung belum ada dosennya...legaku sambil kududukan diri dibangku paling depan karena telah penuh terisi oleh mahasiswa yang nantinya akan menjadi rekan kerjaku.
”Kayaknya kelihatan capek banget mba??”tanya seseorang disebelahku.
”iya nih tadi telat bangun, terus lari-lari nyari ruangan kuliah..jawabku sambil mringas-mringis..
”owww...mba namanya siapa?”tanyanya lagi
” ow iya nama aku amelia ema safira, tapi bisa dipanggil ema ajua.hehehe....jawabku sambil kuberjabat tangan dengan cewek yang lumayan manis dan kalem..”
”terus namanya mba siapa?”tanyaku balik
”namaku niken permata siregar..tapi cukup panggil dengan nama niken aja. Balasnya sambil menjabat tangaku yang berkeringat karena grogi”.
Akhirnya kuliah perdanaku telah kulalui dengan mendapat berbagai macam teman baru, aku pulang kuliah bareng dengan niken orang yang pertama mengajakku berkenalan. Kujirup suasana kampus yang jauh lebih berbeda dengan suasana saat aku di SMA. Sekarang aku sudah menyabet sebutan mahasiswa yang kelihatannya keren kalau disebut..hehehe...
”ma, kamu mau pulang kekos sekarang atau nanti?”tanya niken
”Hmm..gimana ya aku pengen jalan-jalan keliling kampus dulu..jawabku sambil melihat ke lapangan luas yang tepat didepan mataku.
”ma, aku pulang duluan yah soalnya ada kakakku yang mau dateng kekos..ucap niken”.
”Ow iya nggak apa-apa kok..aku biasa kemana-mana sendiri, kan aku malang” jawabku sambil senyum-senyum sendiri.
”He...malang??tanya niken kebingungan mendengar kata itu..
”niken, malang itu mahasiswa berpetualang..hahaha....sambil aku tertawa melihat ekspresi niken yang kebingungan”
”Oww...kirain kamu malang kenapa?”ucap niken.
”Niken...niken...ya udah gih katanya kakak kamu mau dateng..o iya aku minta nomer HP kamu dong siapa tahu besok-besok kita satu rombel lagi..
” O iya ne nomerku 085645822963..disave ya ma...”ucap niken..
”Ocre bos...ntar malem tak sms deh...”
”Iya, aku pulang duluan ya...” da...
”Okey see you tomorrow...”jawabku sambil melambai-lambaikan tangan.
Niken dah pulang, sekarang tinggal aku sendirian dan kulihat banyak orang yang begitu asing bagiku. Ada penjual jus, akupun membelinya sambil mencari-cari tempat yang rindang untuk menikmati suasana kampusku tercinta ini yang nantinya akan menggoreskan berbagai cerita. Kutemukan tempat dibawah pohon terlihat bangku panjang yang terlihat cukup rindang apabila aku duduk disitu sambil meminum jus kesukaanku yaitu jus melon.
Ku berjalan menuju tempat yang begitu mencuri pandanganku tadi, kududuk sambil sesekali aku menyeruput jus yang aku tadi aku beli dari ibu penjual yang begitu ramah melayaniku. Rindang, itulah yang kurasakan meskipun hanya disebuah bangku yang terbuat dari besi. Terlintas aku teringat dengan orang yang tadi pagi aku temui, bukan niken akan tetapi cowok yang begitu ramah memberi tahu jawaban dari kebingunganku. Siapakah dia?mungkinkah aku bisa bertemu dengannya lagi?berbgai pertanyaan tentangnya muncul menhantui pikiranku.
Terlalu lama aku duduk dibawah pohon sampai-sampai rasa kantuk menghampiriku. Segera aku berajak untuk langsung pulang ke kos. Tapi tiba-tiba...
”Brukkk...”aku menabrak seseorang dan jus yang aku pegang lepas dari genggamanku..
”aduh..,mas kalau jalan lihat-lihat dong..jadi jatuh nih jus aku..ucapku marah dengan seseorang yang ternyata tidak begitu asing kulihat”.
”ma..af mba saya nggak sengaja nabrak..”
”kamu....kamu...kamu..kan orang yang tadi pagi dah bantu aku kan?”tanyaku terpaku melihat paras yang tadi sempat aku bayang-bayangin.
”Oww..iya..kamu mahasiswa baru yang tadi pagi tanya tentang ruangan kan?”tanyanya balik
”hehe..Iya...”jawabku mringis
”maaf dek, tadi saya nggak nglihat kamu..”jawabnya penuh dengan kelembutan.
Dek??pertanyaan itu mulai muncul dibenakku..apakah dia kakak kelasku?semester berapa?dan jurusan apa dia?pertanyaan itu mulai terjawab karena dengan kejadian itu aku malah banyak ngobrol dengannya. Dan Akhirnya aku tahu siapa namanya,semester berapa dia. Alex surya adi mahasiswa angkatan 2006 semester 6 jurusan sama denganku pendidikan sejarah. Betapa senangnya diriku aku bisa berkenalan dengan cowok setampan dia dengan paras yang meneduhkan hati setiap orang yang melihatnya, dengan alis yang tidak begitu tebal dan wajah yang coklat tapi bersih sehingga orang akan terpukau melihatnya seperti yang terjadi padaku sekarang.
Aku pulang kekos dengan membawa berbagai cerita yang sangat-sangat menggembirakan buatku. Aku mendapatkan seorang teman baru, terus dapet kenalan kakak kelas yang cakep banget wajahnya..hehehe...aku terus teringat dengan wajah kak alex yang tersenyum padaku dan begitu ramah padaku. Akankah aku bisa deket sama dia?apakah mungkin aku bisa jadi pacarnya? Secara dia ketua BEM di fakultas. Apa jadinya ya bila aku jadian sama kak alex?pasti deh aku bakalan bangga ma dia. Angan-anganku mulai melayang-layang entah kemana, membayangkan itu semua.
Sudah sebulan aku mencicipi gimana rasanya bangku kuliah itu, semakin banyak hal yang kurasakan. Teman-teman yang semakin bertambah banyak dan tentunya yang terpenting nanti sore aku bakalan ngedate sama kak Alex. Aduh senangnya aku sampai tak bisa kuungkapkan lagi dengan kata-kata. Sudah sebulan aku saling berkomunikasi dan saling sms-an dengan kak alex. Dan semoga aja hari ini aku ditembak sama kak alex untuk jadi pacarnya..hehehe..
”hai kak?”sapaku ramah
”hai, sini duduk gih...”balasnya merdu. Mau pesan apa ma?”tanyanya padaku
” hmm...jus melon aja kak..”jawabku grogi
”mba jus melon dua ya..”ucap kak alex pada pelyan kafe dui yang merupakan kafe paling romantis yang ada di kampus.
”Tadi kuliah berapa?”tanyanya sambil memandang wajahku yang merah seperti tomat karena grogi.
”Emmm...kuliah dua kok kak.”jawabku
”lho kok manggil kak sih, panggil alex aja ya..”
”iya kak, eh alex...ucapku memanggilnya dengan sebutan tanpa ada sapaan ”kak”..
Tak kusangka tiba-tiba dia memegang tanganku yang kelihatan gemetar dan dingin..dan berkata
” ema semenjak aku pertama kali melihatmu aku merasa ada yang berbeda denganku,aku selalu teringat dengan wajahmu. Dan aku ingin wajah itu selalu menyinari hidupku yang setiap saat bisa ku pandang”
” ma, masih nggak mudeng dengan yang km omongin..”ucapku gemetar.
Tak kusangka alex laki-laki yang selama ini aku kagumi memintaku untuk menjadi seseorang yang selalu ada didekatnya yakni mejadi kekasih hatinya.entah ketika aku mendengar dia berkata seperti itu seakan waktu terhenti, mata kamipun saling bertatap dan mata alex berusaha meyakinkanku bahwa dia benar-benar serius mengatakannya. Akupun menerima permintaan itu karena itu merupakan suatu keajaiban yang tuhan berikan padaku.
Hampir selama dua bulan kami menikmati indahnya rasa kebersamaan dan merasakan nikmatnya pacaran dimana selama hidupku ini aku belum pernah ditembak oleh siapapun. Rasanya seperti orang pacaran kebanyakan, komunikasi lancar dan kamipun sering bertemu di kampus sekedar mengobrol ataupun bercanda tawa dengan sesekali dia membelai kepalaku. Tapi dalam waktu dua bulan itu baru aku menyadari bahwa keputusan yang aku buat adalah suatu kesalahan yang besar. Ternyata Alex bukanlah pria yang sempurna untukku, dia ternyata sama seperti yang selama ini orang bilang. Dia memacariku hanyalah untuk mempermainkan aku saja, untuk menambah koleksi gadis yang berhasil dia tipu. Tuhan kenapa ini terjadi padaku dimana aku melihat semua tipu dayanya terhadap semua cewek didepan mataku. Aku sempat melihat dia sedang bercumbu mesra dengan seorang cewek yang terlihat sexy. Waktu itu juga aku langsung memutuskan hubungan dengannya tanpa memberikan dia waktu untuk menjelaskannya. Aku sangat membencinya dan sungguh ingin dia semoga mendapat karma sesuai dengan rasa sakit aku rasakan sekarang.
Setelah kejadian itu aku mulai menyibukkan diri diorganisasi yang cukup aneh asing buatku yakni ROHIS. Dimana waktu dulu aku SMA sangat anti sekali dengan Organisasi itu entah mengapa sampai-sampai aku tidak menyukainya. Setelah aku masuk dan menjadi pengurus didalamnya sangat banyak hal yang menurutku aneh yaitu dimana saat ada syuro’ (sebutan rapat bagi kalangan anak rohis)hehehe....saat aku syuo ternyata kita tidak saling menatap akan tetapi ada suatu penghalang entah itu kain ataupun papan yang penting ada yang menghalangi. Serentak akupun kaget ketika rapat eh ternyata kita tidak melihat orang yang rapat dengan kita. Bayangkan coba, aneh kan? Tapi pertanyaan yang ada dipikiranku ternyata terjawab sudah, kata mbak-mbak kosku yang mungkin lebih dahulu berkecimpung didalam dunia Rohis dijelaskan bahwa apabila kita rapat tidak ada penghalangnya maka itu akan lebih bisa menimbulkan zina mata. Dimana yang aku ketahui pula bahwa zina mata merupakan salah satu dosa besar.( cielee akhirnya tahu juga...hahahaha).dan di rohis inilah aku mengenal seseorang yang bisa membuatku tersenyum kembali, radit adalah seseorang itu sosok bertubuh agak gendut, item manis dan cerdas dalam berpublic speaking. Aku mulai mengenalnya saat ada kegiatan Pemilu mahasiswa dalam rangka memilih presiden mahasiswa dimana aku adalah panitia pemungutan suaranya dan radit sebagai korfak yakni koordinator fakultas yang pada saat itu kebetulan aku satu fakultas sama dia. Ketika aku merasa bingung dengan kondisi dilapangan. Dan akupun mengsms radit karena posisi aku aku pada saat itu aku merasa kebingungan. Saat itu aku tidak begitu memperhatikan dia karena aku tidak begitu mengenalnya akan tetapi yang aku sukai adalah dia selalu memberikan support dan semangat kepadaku. Itulah hal positif yang pertama aku ambil dari sosok radit. Yang tak kusangka-sangka akupun juga bertemu dengan dia di rohis tapi aku tidak satu departemen denganku.
Entah bagaimana ceritanya akupun lupa darimana aku mengawalinya, kami sering mengirim sms sampai itu berjalam selama 9 bulan lamanya. Banyak sekali yang kami bicarakan sampai-sampai memori pesan masukku penuh...hehehe...kami tiap malam mengirim sms sekedar menanyakan lagi ngapain?dah makan belum? Ya...dari hal terkecilpun kami sering saling balik bertanya. Sampai-sampai waktu kami tak memperhatikannya. Pernah sampai pukul 01.30 kami smsAn. Kamipun juga tidak tahu kenapa kami bisa saling klop dan nyambung dalam berkomunikasi meskipun hanya lewat sms saja. Apabila kami bertemu di kampus maka kami Cuma bertegur sapa karena kamipun tak begitu enaka apabila dilihat oleh anak-anak rohis lainnya. Sapaan khususpun ada lho...aku memenggilnya dengan sebutan ”zandul” dan dia memanggilku dengan sebutan ”emul”. Itulah sebutan yang hanya kamilah yang mengetahuinya. Bayak sekali momentku bersamanya dan pada suatu ketika aku bertanya padanya saat bersmsan dengannya..
Oh iya hubungan kita ini kayak gimana?tanyaku
Iya ya..dibilang temen tapi akrab banget terus gimana donk...lha menurutnya emul gimana?jawabnya dengan bercanda.
Randul kan lagi nunggu....tambahnya..
Nunggu siapa????tanyaku penasaran.
Kalau nunggu emul gimana?mau g?hehehe
Maksudnya?? Emang zandul mau nunggu ema?
Tapi kan untuk sekarang ini kan nggak mungkin, jadi ntar waktu semster ats aja dibahasnya..okey...jawabnya..
Owww gitu ya...okelah kalau begitu...
Bahasa smsan itulah yang mengawali tumbuhnya perasaan yang aneh pada diriku. Entah apakah ini cinta atau hanya nafsu sesaat aja? Aku tak tahu... sejak saat itulah hubunganku dengannya menggantung tidak ada statusnya tapi aku tetap enjoy dengan apa yang sekarang ini aku jalani dengannya meskipun secara sembunyi-sembunyi tak ada seorangpun yang mengetahuinya bahkan anak-anak rohis lainnya. Hampir setiap hari selama 8 Bulan kami saling mengirim sms dan saling memberikan perhatian satu sama lain sungguh bisa kukatakan bahwa dia yang bisa membuatku tersenyum dan merasakan setitik kebahagiaan. Keyakinan sudah mulai muncul dalam benakku bahwa perkataan dia tentang kata menunggu itu akan terealisasikan. Entah itu akan terwujud kapan tapi semoga keyakinanku padanya akan selalu ada.
Tapi bulan mei aku mulai bingung dan gelisah kenapa akhir-akhir ini hp jarang muncul sms yang bertuliskan nama “PB” aku menyebutnya seperti itu karena pb merupakan singkatan dari “Principle Boys”dimana dia salah satu orang yang mempunyai prinsip dalam hidupnya dan itu tidak bisa diganggu ataupun oleh siapapun. Itulah yang menjadi pembeda dari orang-orang yang lain dan aku sukai itu. Tapi mnegapa sekrang dia mulai menjauhiku? Apakah aku telah berbuat kesalahan padanya? Sekarang akupun tak punya lagi teman begadang lagi yang biasanya mengajakku bercanda tawa, sungguh kurasakan hampa dalam hidupku saat itu.disaat itu aku mulai bingung akan sikap yang tiba-tiba berubah padaku. Apakah dia sudah punya penggantinya?
Hari demi hari hatikupun serasa telah disambar petir semalam dan suasananya masih mendung gelap gulita kurasa. Kuliah jadi nggak konsen gara-gara dia. Entah kenapa aku jadi begini?terkadang akupun pernah sesekali bertemu dengannya akan tetapi sikapnya kurasakan mulai berubah dan dia menganggapku seperti akhwat-akhwat lainnya yang perlu dijaga dalam berinteraksi. Harus bagaimanakah aku?selalu pertanyaan itu yang selalu terngiang dipikiranku.
Eh...ngalamun aja ki...
Sekilas lamunanku terbangun mendengar suara yang tidak asing bagiku..dan setelah kulihat ternyata..sapto, dia adalah sahabatku di BEM. Dia selalu membantuku ketika aku mengalami kebingungan akan organisasi dan juga tugas-tugas kuliah yang menumpuk dan menghantuiku..
Ih...sapto ngagetin aja deh..kesalku..
Hehehe..maap, abis kamu ngelamun aja sih kerjaaanya...lagi patah hati yak?guraunya padaku sambil memperlihatkan wajah konyolnya yang membuatku tak kuasa untuk merah dengannya.
Iya ki lagi patah hati...jawabku..
Wah ma, aku tahu kalau aku menarik tapi sayang dah banyak yang ngantri nih...jawabnya..
Ih pede banget siapa juga yang mau sama kamu pemilik wajah konyol bin aneh lagi...tambahku mengejeknya..
Ya begitulah jika aku dan sapto bertemu selalu ada ejekan dalam percakapan kami. Dan dialah satu-satunya teman yang selalu bisa menghiburku dan sejenak melupakan sosok radit. Banyak sekali temen-temen yang mengharapkan aku dengan sapto berpacaran, akan tetapi entah mengapa perasaanku tak bisa berubah terhadap radit hatiku masih untuk radit semata entah apkah ini cinta buta?aku tak tahu, yang ku tahu hanyalah aku ingin dia selalu ada untukku. Akan tetapi itu sepertinya hanya angin lalu belaka.aku menganggap sapto seperti saudaraku sendiri tak pernah berpikiran kalau aku bisa menaruh hati padanya...mungkinkah suatu saat nanti itu akan ada??
Tak kurasa sekarang aku telah semester 7 dan hanya tinggal menuggu ujiian skripsi. Aku hampir tak percaya secepat inikah waktu yang kujalani?setelah bertahun-tahun aku melewati tanpa pernah kurasa sampai saat ini aku masih bertahan dan bisa mengatur berbagai permasalahan yang ada mulai dari kuliah yang ipk selalu turun, masalah di BEM yang semakin menyita waktuku sehingga manajemen waktuku kedodoran layaknya seperti daster ibuku yang sudah molor dibagian sana-sini...jika aku membayangkan terkadang aku malah senyum-senyum sendiri dan terharu ternyata perjuanganku tidaklah sia-sia.
Seminggu lagi tepatnya tanggal 25 agustus 2010 aku akan ujian skripsi yang itu masih tidak dapat kupercaya ternyata aku akan lulus secepat ini hanya perlu waktu 3,5 tahun. Waktu yang cukup singkat akan tetapi juga merupakan waktu yang sangat lama dimana waktu 3,5 tahun itu pula aku masih menunggu radit orang yang entah tak bisa aku lupakan dari ingatanku bahkan menghilangkannya dari hatiku. Dimana sampai saat ini dia belum mengatakan apa-apa padaku tentang janji yang dulu ia ucapkan padaku. Kulihat dia akan lulus tahun ini sama denganku.
Tanggal 25 agustus telah kulalui dengan penuh sungguh-sungguh mengerahkan segala kemampuan yang aku miliki. Dan tiba-tiba...
Ma, selamat ya...ucap sapto tiba-tiba dengan langsung memegang tanganku seakan aku telah mendapat undian berhadiah.
Ada ap emangnya??kamu kok kayak orang kesurupan aja...tanyaku bingung..
Kamu..kamu...jadi lulusan terbaik pertama se universitas..jelas sapto yang membuatku specless mendengarnya dan tak bisa berucap apa-apa lagi hanya air mataku yang mulai menetes sebagai tanda bahagia dan haru birunya hatiku saat itu...
Hebat lho dari fakultas kita ada 2 orang yang dapat penghargaan itu..dapat juara satu dan dua lagi..
Emangnya siapa orangnya...tanyaku penasaran sambil mengendalikan perasaanku.
Ya kamu juara satunya, terus juara duanya dari anak geografi ya satu angkatan ma kita...namanya itu...
Radit kan?kusela penjelasan sapto sambil menyebutkan nama yang memang ternyata dia yang dimaksudkan oleh sapto...
Lho kok kamu tahu?
Nggak Cuma nebak aj....hehehe...
tak kusangka dia juara dibawah aku padahal aku kira aku yang akan jadi juara duanya..ternyata tuhan berkehendak lain dan menakdirkanku untuk mendapatkan hadiah itu.
Hp ku tiba berbunyi dan tak kusangka panggilan dari orang yang benar0benar aku harapkan saat itu menelponku,,ya dia radit...
Asalamualaikum...
Waalaikumsalam...emul gimana kabarnya?
Alhamdulilah baik, lha radit ndiri gimana?
Iya alhamdulilah baik, selamat ya emul dah jadi lulusan terbaik tahun ini..
Iya sama-sama..jawabku gugup
Oh ya kita bisa ketemuan nggak ada hal yang pengen aku omongin ki..hehehe...
e...e...kapan?
kapan ya?kalau besok minggu gimana?ntar ketemuan dikampus aja..emul bisa nggak?
insyaAllah bisa kok..
ya udah sampai ketemu hari minggu yak...ucapnya sambil menutup telpon
setelah dia menelponku, akupun mendapat kabar dari mama untuk segera pulang karena ada hal yang perlu dibicarakan lebih serius. Aku bingung ada masalah apa dirumah?dan akupun segera pulang kerumah dan ternyata hal yang perlu dibicarakan lebih serius lagi adalah ada seseorang yang mengirimkan lamaran lepada kedua orangtuaku. Dia pria soleh asal bandung berumur lebih tua dariku sekitar 3 tahun diatasku. Dia pria yang mapan dan perfect buat orang tuaku, akupun menyukainya dengan melihat baik profilnya maupun berkenalan langsung dengannya bahkan dia langsung membawa segenap keluarganya untuk berkunjung kerumahku. Yusuf nama pria itu, sangat sosok yang perawakannya supel dan bisa menyesuaikan diri dimanapun dia berada. Keluarganyapun begitu menyenangkan dan semua keluargakupun menyukainya. Entah mengapa aku merasa bingung ketika dia melihatku dimana baru mengenal secara keseluruhan dia langsung melamarku lewat orang tuaku. Mendengar itu mama semua menyerahkan segala keputusan ditanganku. Saat itu juga aku benar-benar merasa bingung mengenai hal yang tiba-tiba menuntutku untuk membuat suatu keputusan dan keputusan itu sangatlah sulit untukku.
“elmo aku bingung nh,,,,kenapa tuhan memberikan suatu hal yang harus segera aku putusin.aku harus pilih yang mana yusuf ato radit?aku benar-benar ingin tahu apa yang akan radit katakan padaku?apakah itu jawaban yang benar-benar aku nanti??”
Hanya rasa bingung yang menghinggapiku saat itu dimana ketika aku pulang sudah disuguhi suatu amanah yang berat dan akupun harus segera mengambil keputusan itu. Aku hanya diberikan waktu 1 minggu untuk memberikan keputusan apakah aku memilih yusuf sebagai calon pendamping terakhirku?suatu pilihan yang benar-benar sulit dan berat.
Keesekon harinya akupun segera kembali kekampus untuk menemui radit karena dia ingin membicarakan sesuatu padaku. Kutunggu dia dengan penuh keriangan dan berbagai harapan semoga dia akan dapat memudahkan aku dalam mengambil keputusan. Tak kurasa 1 jampun sudah berlalu, radit tak kunjung datang dan tiba-tiba ada pesan masuk di handphoneku...yang berbunyi bahwa dia meminta maaf padaku bahwa dia nggak bisa datang untuk menemuiku karena ada urusan mendadak dan dia tak mengatakan urusan apa itu. Dan sebaliknya akupun tak kuasa untuk menanyakan urusan apa itu. Akupun pulang dan tetap berpikir positif bahwa hanya sementara dia ada urusan dan ini bukan pertanda yang buruk akan tetapi merupakan awal yang indah yang akan segera aku dapatkan.
Akan tetapi setelah beberapa hari aku menunggu kabar darinya tak kunjung aku dapatkan. Tak ada pesan masuk darinya. Mungkin ini pertanda dari tuhan untuk aku segera mengambil keputusan dan dengan aku menerima yusuf sebagai calon suamiku. Memang masih setengah hati aku menerimanya akan tetapi aku sudah tak sanggup lagi menuggu yang tak pasti dari radit.
Akupun diajak oleh yusuf untuk jalan-jalan untuk bisa lebih terbuka satu sama lain. Dan tak kusangka dia berkata....
Ema masih memikirkan sesuatukah?tanyanya
e...ee...ee maksud kamu?tanyaku balik
ema setengah hati kan menerima yusuf? Jujur aja nggak apa-apa kok. Besok kita kan akan menikah dan yusuf pengen kalau tak ada kebohongan ataupun sesuatu yang mengganjel di hati ema.
Dengan wajah terkejut akupun menjawab.
Sebenarnya ema dulu mengenal seorang pria yang ema sayang tapi dia tidak memberikan kepastian mau dibawa kemana hubungan kita. Tapi ternyata jawaban itu tak kudapat.aku nggak mau nyakitin yusuf tapi maaf ema memang masih mengganjal dan masih pengen mendengar jawaban itu langsung dari dia....jawabku yang tak kurasa airmata telah menetes dipipiku.
Nggak apa-apa kok ma..itu wajar dirasakan oleh setiap makhluk ciptaan tuhan. Apabila ema memang belum mantap menerima yusuf insyaallah ikhlas untuk melepaskan ema dan yusuf hanya ingin melihat ema tersenyum.jawabnya...dengan penuh keyakinan dia mengucapkan itu
Tapi ...aku kan sudah mengambil keputusan untuk memilih kamu...
Nggak ma, aku merasa kalau kamu masih ingin mendengar jawaban itu dari dirinya.pergiltelah kejadianah temui dia...
Setelah kejadian itu aku segera menemui radit dengan waktu yang telah aku dan sepakati. Entah mengapa bukan rasa senang yang ada pada diriku akan tetapi aku teringat dengan yusuf dan dia tak bisa menghilang dari pikiranku saat itu.
Emul maaf kemarin radit nggak ngassih kabar dan baru sekarang aku ngasih kabarnya..
Iya nggak apa-apa kok...jawabku pendek masih dengan pikiran akan yusuf sosok pria yang
Sangat istimewa untukku..
Ku berlari meninggalkan radit ditengah-tengah tamanlah dengan tujuan untuk menemui yusuf. Aku lega telah mengatakan semua isi hatiku pada radit bahwa aku telah dilamar seseorang dimana dia adalah orang yang baru hitungan bulan aku mengenalnya tapi entahmengapa dalam waktu singkat aku telah sadar bahwa tuhan memang memberikan dia untukk. Barusa cintaku pada aku sadari bahwa aku mencintainya melebihi radit.
Mama...lagi ngapain?suara yang begitu menenangkan itu membangunkanku dari lamunan
Eh papa..ini lagi baca-baca buku diary mama yang dulu sering banget mama tulis. Jawabku
Mau tahu dia siapa?dia adalah suami yang sangat-sangat aku cintai, seseorang yang merupakan akhir dari jawaban yang kunanti. Dia bukan radit seseorang yang akhirnya menjadi pendampingku akan tetapi dia adalah yusuf al bukhori seseorang yang telah ditakdirkan tuhan untukku..dan sampai sekarang sampai detik ini aku hanya mencintainya dan sampai kapanpun aku tak akan mau kehilangannya. Tuhan terima kasih, atas jawaban yang telah lama kunanti dan aku benar-benar mendapatkan jawaban itu.engkau memang memberikan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan. Aku sangat percaya bahwa kekuatan ALLAH adalah segalanya, kita hanya bisa merencanakan akan tetapi ALLAH satu-satunya yang menentukannya.




The end

Senin, 14 Juni 2010

artikel ilmiah

PENDAHULUAN
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 merupakan titik awal tekad bangsa Indonesia untuk mewujudkan sebuah tatanan masyarakat yang adil dan makmur. Kemerdekaan bukan merupakan tujuan akhir tetapi meruapakan sebuah jembatan emas menuju cita-cita luhur dari bangsa ini.
Indonesia yang dikenal sebagai negara yang memiliki karakteristik budaya yang plural dan kompleks. Pluralitas budaya itu tercermin dalam aneka ragam etnik, bahasa, agama, dan adat istiadat yang hidup dan berkembang diberbagai daerah diseluruh Indonesia. Kata pengamat politik yang bernama Ben Anderson Sejarah Indonesia adalah sejarah para pemuda yang tentunya para pemuda Indonesia yang merupakan salah satu aset penting menuju indoneia yang lebih baik dan lebih maju lagi.
Nasionalisme adalah salah satu sikap kecintan kita terhadap bangsa dan Negara yang kita diami, sebuah semangat dan kecintaan kita untuk tetap mempertahankan kesatuan Negara kita. Salah satu jalan untuk menunnjukkan akan kecintaan itu adalah dengan tidak membiarkan bangasa penjajah (asing) melakukan agresi, invasi dan bahkan ekploitasi terhadap bangsa kita baik dari segi teritorial, ekonomi social dan budaya..
Berkaca dari perjuangan pemuda mulai dari 1908, 1928, 1945, 1966 sampai 1998 tentunya bukan sedikit waktu dari hidup mereka, mereka sisihkan untuk perjuangan demi bangsa dan negara. Sumpah Pemuda merupakan momentum yang berhasil menyatukan pemuda se-Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan, perasaan senasib, sepenanggungan yang diderita oleh pemuda khususnya, telah memberikan kesadaran kritis terhadap situasi yang dihadapinya yaitu penjajah Belanda sebagai musuh bersama (common enemy) telah membangkitkan kesadaran kolektif pemuda untuk melawan, tentunya bukan hanya dengan laras senjata akan tetapi melalui advokasi dan propaganda yang secara terus menerus dilakukan sebagai bentuk nyata dari perjuangan kaum muda.
Berbeda halnya dengan masa dahulu dimana yang dihadapi rakyat indonesia adalah para penjajah asing. Sekarang yang dihadapi oleh bangsa indonesia saat ini adalah suatu era yang dinamakan Era Globalisasi. Era Globalisasi ini lebih membuka peluang untuk meningkatkan partisipasi individu yang unggul untuk lebih berprestasi, memungkinkan munculnya keunggulan individual yang dapat memberikan sumbangan kepada kemakmuran individu dan masyarakat. permasalahan bangsa yang datang bertubi-tubi saat ini, tidak bisa diselesaikan dengan tuntas, bermula dari tidak konsistennya kita dalam mempedomani dan menjalankan nilai-nilai nasionalisme tersebut. Arus globalisasi yang maha dahsyat mulai menyeret pemuda kita pada lembah hedonisme atau karena minimnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap persoalan kepemudaan.Maka dari itu para Pemuda perlu merekontruksi kembali mindset dengan menggunakan sejarah sumpah pemuda dalam berbagai bidang terutama yang menyangkut hal kebangsaan. Agar potensi yang dimiliki pemuda sebagai aset bangsa dapat didayagunakan secara positif dan semaksimal mungkin untuk kemajuan bangsa ini. Adapun permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah bagaimana merekontruksi Sejarah Sumpah Pemuda Dalam Mengaktualisasikan Jiwa Nasionalisme Mengahadapi Era Globalisasi?

TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan karya ini adalah untuk mengaktualisasikan jiwa nasionalisme melalui rekontruksi sejarah sumpah pemuda dalam menghadapi tantangan di era globalisasi dan membangun bangsa ini menuju bangsa Indonesia yang lebih baik lagi seta tidak tertinggal dengan negara-negara maju lainnya.

METODE
Historical Study merupakan suatu ilmu yang mempelajari berbagai kegiatan manusia dikelampuan sehingga informasi masa lampau yang terekam dalam jejak-jejak yang ditinggalkan itulah yang menjadi esensi penelitian bagi mahasiswa sejarah, sejarawan, bahkan peneliti dengan disiplin ilmu lainnya. Dalam penelitian ini mendasarkan melalui tahap pengumpulan sumber berupa studi arsip dimana bangsa indonesia menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks dalam upaya menentukan format barupenyelnggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Saat menggunakan stusi arsip ini jika tidak memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan hal-hal dalam informasi. Selain itu studi arsip ini digunakan untuk menulis suatu peristiwa mendasarkan cara-cara yang lazim dilakukan sejarawan. Tahap selanjutnya adalah kritik sumber yang merupakan kegiatan untuk mendapatkan data yang tingkat kebenarannya atau kredibilitasnya paling tinggi dengan melalui seleksi data yang telah terkumpul. Yang pada tahap ini lebih ditonjolkan pada menyeleksi data-data mengenai sumpah pemuda dan era globalisasi yang terjadi sekarang ini. Selanjutnya adalah interpretasi yang merupakan usaha mengahubungkan dan mengkaitkan antara fakta sehingga menghasilkan satu kesatuan yang bermakna dari suatu peristiwa. Tahapan yang terakhir adalah penyusunan fakta-fakta dalam suatu sintesis utuh dengan memperhatikan prinsip realisasi, kronologis, dan didasarkan ada kaidah-kaidah penulisan sejarah.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Rekonstruksi Sejarah Sumpah Pemuda
Rekonstruksi peristiwa Sejarah itu adalah hasil pilihan dari butir-butir kejadian, yang sempat terekam dalam berbagai macam corak sumber sejarah. Sejarah tidaklah bisa diartikan sebagai usaha penonjolan jasa di masa lalu, yang boleh dipakai sebagai landasan politis untuk mendapatkan keuntungan di hari ini, meskipun hal ini sering juga dilakukan. Sejarah tidak pula sekedar kisah yang enak diceritakan sambil "menunggu beduk berbunyi" walaupun hiburan antiquariai bisa juga diberikan oleh kisah tentang masa lalu itu.
Di dalam ilmu sejarah dikenal adanya dua konstruk. Pertama, sejarah dalam arti objektif atau sebagai peristiwa. Kedua, sejarah dalam arti subjektif atau sebagai satu kisah. Konstruk pertama, dengan demikian merupakan peristiwa sejarah itu sendiri. Konstruk kedua adalah sejarah sebagai satu hasil rekonstruksi atas peristiwa yang telah atau pernah terjadi.
Secara metodologis pun, rekonstruksi sejarah dibangun atas sumber sejarah yang sama bisa jadi akan tampil dengan postur yang berbeda. Jadi, kalaulah terjadi perbedaan kontruksi atau bangunan sejarah atas satu peristiwa sejarah, bukanlah karena metodologinya sarat akan kepentingan kekuasaan tetapi besar kemungkinan adanya pendekatan berbeda dalam merekonstruksi peristiwa sejarah. Tampilan konstruksi yang berbeda dari suatu peristiwa sejarah, sah saja selama rekonstruksi tersebut didasarkan atas sumber-sumber sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan baik yang sekarang ini ataupun yang akan datang.
Dalam hal ini Meninjau kembali Sejarah tahun 1928, bahwa gerakan politik kepemudaan itu dimulai atas penyadaran bahwa pemuda Indonesia harus bersatu dan perlunya satu organisasi pemuda Indonesia yang seasas, guna menyatukan kekuatan mereka, guna mencapai cita-citanya dan Sumpah Pemuda adalah jawaban tegas terhadap politik Devide At Impera pemerintahan kolonial Belanda.
Merekontruksi sejarah dan semangat sumpah pemuda dengan kondisi pemuda dan kondisi bangsa dalam konteks kekinian, sungguh kita belum melihat perubahan signifikan dan mendasar. Pemuda-pemuda dulu dihadapkan pada multikrisis akibat penjajahan, pemuda sekarang Secara sadar pemuda Indonesia sejak tahun 1900-an sudah melakonkan fungsi, peran dan porsinya sebagai penopang perubahan nasib bangsa. Pada dewasa ini, ketika pembelokan sejarah masih punya pengaruh yang dalam di fikiran banyak orang, ketika bangsa kita seolah-olah sudah kehilangan arah, dan juga ketika bangsa kita sedang dicabik-cabik rasa persatuan dan kesatuannya, maka memperingati Sumpah Pemuda mempunyai makna yang khusus dan penting.
Bangsa ini memerlukan bahan bakar yang ekstra agar dapat memobilisasi penduduknya agar mau bangkit, bergerak dan selalu berusaha membangun diri, keluarga, masyarakat dan negaranya. Bahan bakar itu adalah para pemuda yang memiliki energi yang luar biasa dan semangat pantang menyerah. Oleh karena itu yang perlu ditonjolkan adalah sosok-sosok pemuda sebagai pejuang dan pahlawan sejati yang senantiasa belajar dan bekerja keras.
Tepatnya 28 Oktober 1928, pada Kongres Pemuda II pemuda Indonesia berikrar dan bersumpah dengan semangat persatuan untuk bangkit. Bangkit dan melepaskan diri dari kolonialisme, bangkit untuk memperjuangkan nasib bangsa, bangkit dan tegak sebagai bangsa yang berdaulat, kokoh dan mandiri. Dimana pada kongres ini dihadiri oleh berbagai utusan kepemudaan dari berbagai daerah mendeklarasikan semangat persatuan yang dituangkan dalam deklarasi sebagai berikut:
Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa Indonesia.
Api Sumpah Pemuda, yang begitu besar kobarannya dalam mempersatukan bangsa dan mengantar rakyat ke kemerdekaan, perlu dikobarkan lagi bersama-sama Intisari Sumpah Pemuda adalah Bhineka Tunggal Ika, yang mengandung pengertian bahwa walaupun bangsa Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan aliran politik, tetapi tetap merupakan kesatuan bangsa, atau bangsa yang satu. Dengan kalimat lain, tercermin di situ satu konsep besar yang indah : kesatuan dalam perbedaan, atau berbeda-beda tetapi satu, atau persatuan dalam keragaman. Alangkah sejuknya isi yang tersirat didalamnya. Jadi Sumpah Pemuda mempunyai peran penting untuk mempersatukan rakyat, baik semasa pemerintahan kolonial Belanda maupun selama revolusi. Dan arti sejarah Sumpah Pemuda bagi perjalanan bangsa kita, maka sepatutnyalah kiranya bahwa kita semua tidak hanya “mengenang” peristiwa besar itu, melainkan juga merenungkan, dalam-dalam, betapa urgennya bagi kita semua untuk menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu di antara berbagai sarana pendidikan bangsa kita yang sedang “sakit” dewasa ini

Aktualisasi Jiwa Nasionalisme menghadapi era Globalisasi
Kemerdekaan Indonesia tidak dicapai dengan mudah, melainkan melalui jalan panjang berliku para pahlawan dan leluhur bangsa Indonesia. Apalagi kemerdekaan itu dicapai dengan peran pemuda pada saat itu. Sudah semestinya, generasi muda sekarang tetap mewarisi semangat nasionalisme yang tidak pernah mati dari para pendahulunya dalam usaha mengisi kemerdekaan Indonesia. Dan Kemerdekaan bukan merupakan tujuan akhir tetapi meruapakan sebuah jembatan emas menuju cita-cita luhur dari bangsa ini.
Menurut Ernest Renan yang sering disebut sebagai “Bapak Nasionalisme”, nasionalisme mempunyai arti suatu kehendak untuk bersatu (le desir detreensemble) sebagai bangsa. Kehendak itu tumbuh karena didorong kesadaran akan adanya riwayat atau pengalaman hidup yang sama dan dijalani bersama.
Merujuk pandangan Ernest Gellner tentang nasionalisme: nasionalisme adalah suatu teori legitimasi politik, yakni bahwa batas-batas etnik tidak harus berpotongan dengan batas-batas politik” (Gellner 1983: 1). Dengan kata lain, nasionalisme, menurut Gellner, merujuk kepada keterkaitan antara etnisitas dan negara. Nasionalisme adalah ideologi etnik yang dipelihara sedemikian sehingga kelompok etnik ini mendominasi suatu negara. “Or l’essence d’une nation est que tous les individus aient beaucoup de choses en commun, et aussi que tous aient oubliĆ© bien des choses.”: “Nasionalisme bukanlah bangkitnya kesadaran diri suatu bangsa : nasionalisme menemukan bangsa-bangsa dimana mereka tidak ada.”
Nasionalisme adalah salah satu sikap kecintan kita terhadap bangsa dan Negara yang kita diami, sebuah semangat dan kecintaan kita untuk tetap mempertahankan kesatuan Negara kita. Salah satu jalan untuk menunnjukkan akan kecintaan itu adalah dengan tidak membiarkan bangasa penjajah (asing) melakukan agresi, invasi dan bahkan ekploitasi terhadap bangsa kita baik dari segi teritorial, ekonomi social dan budaya..
Sikap nasionalisme menjadi sangat kuat mengembangkan kesetaraan, dan mengandung semangat pembebasan, sehingga merangsang pengikutnya berani mengorbankan dan meninggalkan dirinya (self-renunciation) demi loyalitas nasional. Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini, sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat primordialisme pascakrisis.
Adapun bentuk penjajahan inilah yang kini menjadi tantangan nasionalisme baru kita, yang bersama globalisasi seolah telah menjadi tamu tak diaundang dalam beranda teras rumah kebangsaankita. Derasnya globalisasi, ditambah dengan situasi multi-krisis yang tak kunjung reda, kita masih berada di terowongan gelap, dan belum tahu kapan pintu keluarnya, tampak sekali lebih banyak mendukung aksi pragmatisme.
Nasionalisme yang dimiliki oleh pemuda Indonesia sampai saat ini terus mengalami pasang surut. Berderetnya masalah kongkret yang lebih nyata menyangkut nasib kaum muda, lebih memerlukan prioritas penuntasan dan penanganan segera ketimbang membincangkan nasionalisme yang abstrak dan semu. Nasionalisme, naik-turun sesuai dengan situasi yang dihadapi, tetapi bangsa tetap berada pada kestabilan. Ketika nation jauh lebih penting dari nasionalisme, maka bentuk state juga tidak terlalu penting.
Ada pepatah dari seorang negarawan paman sam John F. Kennedy, yang berbunyi:
”Jangan tanyakan apa yang telah negara berikan kepadamu tetapi tanyakan apa yang telah kau berikan untuk negaramu”.
Sebuah ungkapan nasionalis, bahwa seorang warganegara hendaknya bertanya dulu pada dirinya, apa yang telah dia sumbangkan untuk negaranya.
Dalam konteks tersebut, peran dan transformasi nasionalisme pemuda atas semangat kebangsaan merupakan suatu keniscayaan agar nasionalisme kaum pemuda masa kini tidak dipertanyakan dan berharap pemuda mampu memberikan solusi terhadap persoalan bangsa, yang ada malah pemuda itu sendiri jadi persoalan. Pemuda sebagai pewaris masa depan memiliki peran penting dalam menghadapi arus globalisasi ini, paling tidak pemuda harus memiliki, pertama, pemahaman yang baik dan benar akan hakikat dan makna globalisasi, berikut manfaat dan mudharatnya. Kedua, kepandaian dan kecerdasan pemuda dalam menyikapi dan memerankan diri di tengah arus globalisasi. Ketiga, faktor kemampuan pemuda untuk memperkuat jaringan kerjasama yang saling menguntungkan dan sinergis dengan berbagai komponen strategis dalam globalisasi. Dengan demikian, suatu rekonstruksi mengenai sumpah pemuda sangat diperlukan agar para pemuda indonesia saat ini memiliki semangat juang yang tinggi seperti semangat juang para pemuda terdahulu sehingga siap untuk mengadapi Era Globalisasi yang banyak sekali pengaruh yang ditimbulkan dan dapat merusak citra diri suatu bangsa. Ada pepatah lagi yang dapat menginspirasi dalam berjuang dan mengaktualisasikan jiwa nasionalis menghadapi era globalisasi.
“Pemuda adalah tulang punggung Negara. Karena itu masa depan negeri ini amat tergantung padanya. Jika ia tumbuh dan berkembang dengan baik maka bangsa ini pun kelak menjadi bangsa yang maju peradabannya dan sebaliknya jika ia tidak mampu berkembang akan habislah peradaban di negeri ini”.

KESIMPULAN
Dahulu bangsa Indonesia menderita karena penjajah, tetapi sekarang bangsa kita menderita karena ketidakberesan diantara bangsa Indonesia sendiri. Harusnya, masalahnya jauh lebih mudah karena kita tidak perlu berjuang mati-matian memanggul senapan untuk mengusir penjajah. Tetapi menjadi sulit karena bukan berjuang secara fisik tetapi non fisik seperti maraknya Arus globalisasi yang maha dahsyat mulai menyeret pemuda kita pada lembah hedonisme atau karena minimnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap persoalan kepemudaan. Maka dari itu para Pemuda perlu merekontruksi kembali mindset dengan menggunakan sejarah sumpah pemuda dalam berbagai bidang terutama yang menyangkut hal kebangsaan. Agar potensi yang dimiliki pemuda sebagai aset bangsa dapat didayagunakan secara positif dan semaksimal mungkin untuk kemajuan bangsa ini.




DAFTAR PUSTAKA

Jenny, Hardjatno. 2007. Memaknai Kembali Sumpah Pemuda. http://opinibebas.epajak.org/informatika/memaknai-kembali-sumpah-pemuda
.Kurnia,Ahmad Doli Amir. 2005.Gerakan dan Pemikiran Nasionalisme Kaum Muda (Pasang Surut Realitas Kebangsaan Kita). Pustaka Alvabet
Marham, Idrus. 2005.Pemuda dan Dinamika Kebangsaan: Potret Nasionalisme Kaum Muda di Tengah Arus Globalisasi dan Reformasi. DPP KNPI dan World Assembly of Youth (WAY)
Wariyanto, Agus. Menggugah nasionalisme pemuda. http://www.klikbca.com
Wijayanti, Putri Agus. 2009. Research Arsip Dan Bahan Pustaka. Surabaya: Unesa University Press
http://opinibebas.epajak.org/informatika/memaknai-kembali-sumpah-pemuda.
Harian Pikiran Rakyat, Jumat 27 Februari 2009
















LAMPIRAN
BIODATA

Nama Lengkap : NOOR HIKMAH FAUZIAH
Nama Panggilan : EMA
NIM : 3101408047
Tempat Tanggal Lahir: DEMAK,25 AGUSTUS 1990
Jenis kelamin : PEREMPUAN
Jurusan : SEJARAH
Program Studi : PENDIDIKAN SEJARAH
Alamat :
1. Rumah : Jl.FLAMBOYAN II BLOK M/19 RT:05 RW: 05
Desa/kel: KATONSARI Kab/kota: DEMAK Kodepos 59516
2. Kost : RUMAISYA KOS
3. Telp/HP : 085641017796.
4. E-mail : ema_emul@yahoo.com
Motto Hidup : HIDUP SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT
Riwayat Pendidikan :
1. Ml SULTAN FATAH DEMAK Lulus tahun 2002
2. SMP NEGERI 1 DEMAK Lulus tahun 2005
3. SMA NEGERI 2 DEMAK Lulus tahun 2008
4. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Pengalaman Organisasi :
1. DPM FIS sebagai SEKRETARIS 1 tahun 2010
2. KIFS sebagai SEKRETARIS PSDM tahun 2010
3. UKMP sebagai ANGGOTA tahun 2010
4. HSC sebagai ANGGOTA tahun 2010
Pelatihan yang pernah di ikuti :
1. PELATIHAN SOFT SKILL
2. TRAINING LEGAL DRAFTING
3. TEKAD 1
4. TEKAD 3















LOMBA PENULISAN ARTIKEL ILMIAH SEJARAH
Rekonstruksi Sejarah Sumpah Pemuda Dalam Mengaktualisasikan Jiwa Nasionalisme Para Pemuda Menghadapi Era Globalisasi





oleh :
Nama : Noor Hikmah Fauziah
Nim : 3101408047
Prodi : Pendidikan Sejarah/ 2008





FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2010
Rekonstruksi Sejarah Sumpah Pemuda Dalam Mengaktualisasikan Jiwa Nasionalisme Para Pemuda Menghadapi Era Globalisasi

Noor Hikmah Fauziah
Pendidikan Sejarah UNNES / Angkatan 2008



ABSTRAK

Indonesia yang dikenal sebagai negara yang memiliki karakteristik budaya yang plural dan kompleks. Pluralitas budaya itu tercermin dalam aneka ragam etnik, bahasa, agama, dan adat istiadat yang hidup dan berkembang diberbagai daerah diseluruh Indonesia
Nasionalisme adalah salah satu sikap kecintan kita terhadap bangsa dan Negara yang kita diami, sebuah semangat dan kecintaan kita untuk tetap mempertahankan kesatuan Negara kita. Salah satu jalan untuk menunnjukkan akan kecintaan itu adalah dengan tidak membiarkan bangasa penjajah (asing) melakukan agresi, invasi dan bahkan ekploitasi terhadap bangsa kita baik dari segi teritorial, ekonomi social dan budaya.
Adapun tujuan dari penulisan ini untuk mengaktualisasikan jiwa nasionalisme melalui rekontruksi sejarah sumpah pemuda dalam menghadapi tantangan di era globalisasi dan membangun bangsa ini menuju bangsa Indonesia yang lebih baik lagi seta tidak tertinggal dengan negara-negara maju lainnya.
Historical Study merupakan suatu ilmu yang mempelajari berbagai kegiatan manusia dikelampuan sehingga informasi masa lampau yang terekam dalam jejak-jejak yang ditinggalkan itulah yang menjadi esensi penelitian bagi mahasiswa sejarah. Dalam penelitian ini mendasarkan melalui tahap pengumpulan sumber berupa studi arsip, kritik sumber dan tahap yang terakhir adalah interpretasi.
Arus globalisasi yang maha dahsyat mulai menyeret pemuda kita pada lembah hedonisme atau karena minimnya perhatian dan pembinaan pemerintah terhadap persoalan kepemudaan. Maka dari itu para Pemuda perlu merekontruksi kembali mindset dengan menggunakan sejarah sumpah pemuda dalam berbagai bidang terutama yang menyangkut hal kebangsaan.

Kata kunci : Nasionalisme, Sumpah Pemuda, Era Globalisasi




DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
ABSTRAK ii
DAFTAR ISI iii
PENDAHULUAN 1
TUJUAN 2
METODE 2
HASIL DAN PEMBAHASAN
 Rekonstruksi Sejarah Sumpah Pemuda 3
 Aktualisasi Jiwanasionalisme Menghadapi Era Globalisasi 6
KESIMPULAN 8
DAFTAR PUSTAKA 9
LAMPIRAN............................................................................................... 10

nasionalisme

Pendidikan merupakan hal yang penting dalam pembangunan karena tanpa pengetahuan sebuah negara tak akan maju. Namun kenyataanya tidak semua rakyat Indonesia dapat menikmati pendidikan sebagaimana mestinya. Jutaan anak putus sekolah bahkan sampai tahun 2000, lebih dari enam juta jiwa anak usia sekolah tidak mampu menyelesaikan pendidikan tingkat dasar, ribuan gedung sekolah ambruk, bahkan digusur, mafia pendidikan merajalela, serta jutaan anak yang bahkan tidak bersekolah lantaran orang tua mereka tidak mampu sehingga takut menyekolahkan anak-anak mereka. Dalam Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” telah menerangkan bahwa seharusnya setiap warga negara Indonesia memeroleh pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan jalan untuk mencapai salah satu tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti terdapat pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Maka dari itu pemerintah perlu memajukan IPTEK dengan nilai-nilai agama dan persatuan bangsa. Ayat ini bermaksud bahwa sistem pendidikan tidak akan memecah persatuan bangsa. Realitanya semakin kompleksnya sistem yang dibuat pemerintah justru mengakibatkan individualitas bertambah.Sikap nasionalisme menjadi sangat kuat mengembangkan kesetaraan, dan mengandung semangat pembebasan, sehingga merangsang pengikutnya berani mengorbankan dan meninggalkan dirinya demi loyalitas nasional. Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini,
sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat
primordialisme pascakrisis. Suatu sikap yang sedikit banyak disebabkan oleh kekecewaan sebagian besar anggota dan kelompok masyarakat bahwa kesepakatan bersama (contract social) yang mengandung nilai-nilai seperti keadilan dan perikemanusiaan dan musyawarah kerap hanya menjadi retorika kosong. Dengan memudarnya nasionalisme, yang terutama disebabkan oleh begitu tingginya ketidakadilan; korupsi yang merajalela dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak diselesaikan secara tuntas lewat jalur hukum, dan lain-lain, maka
musuh bangsa yang paling utama sekarang ini adalah bukan penjajah, bukan sikap
ekspansif atau sikap agresor negara tetangga, melainkan birokrasi yang korup,
ketidakadilan dan/atau ketidakmerataan ekonomi dan politik, kemiskinan, kekuasaan yang sewenang-wenang dan sebagainya. Ketika nasionalisme itu goyah atau redup, pastilah goyah dan redup pula negara kita. Kini, nasionalisme terasa makin memudar. Mengingat nasionalisme terutama berkembang sebagai lawan dari kolonialisme. Maka, saat praktik dan struktur kolonialisme serta pejajahan tidak lagi mudah dilihat secara kasat mata, wajar bila relevansi nasionalisme berkurang Selain itu, nasionalisme mendapat tantangan yang makin kuat dari tiga arah, , tantangan dari luar, yaitu globalisasi ekonomi dan kebudayaan-yang difasilitasi kemajuan teknologi komunikasi dan informasi-yang berlangsung makin penetratif ke segala sudut dunia.Globalisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya sikap nasionalisme masyarakat Indonesia Globalisasi ini pada dasarnya standarisasi kehidupan global yang didominasi kekuatan ekonomi dan kultur Barat. Menurut Edison A. Jamli dkk.mengatakanbahwa Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dilihat dari globalisasi dibidang politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme? Dan memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa Indonesia inilah yang sesungguhnya menjadi problema rasa nasionalisme itu sendiri. Rasa bangsa sebagai bagian dari Bangsa Indonesia dikalangan generasi muda perlu terus dipupuk, disaat adanya kesan perubahan kadar dan nilai rasa nasionalisme para pemuda belakangan ini. Mengingat dasar utama negara kita adalah , merosotnya nasionalisme pada dasarnya membahayakan kelangsungan hidup negara kita. Supaya tetap bisa eksis secara mantap, nasionalisme harus dirawat agar tetap relevan guna menghadapi tantangan zaman, karena bagaimana pun nasionalisme masih tetap menjadi dasar adanya negara-negara saat ini. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya., Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya, Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. dengan adanya langkah-langkah pengantisipasian tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga rasa nasionalisme terhadap bangsa akan selalu tercermin dalam bentuk pendidikan. Dimanapun apabila kita semua telah dapat menumbuhkan rasa dan semangat nasionalisme kita berarti kita telah mampu mengikuti sistem pendidikan sehingga akan mencapai keberhasilan yang hakiki. Dalam wajah pendidikan indonesia sendiri, nasionalisme juga mempunyai peranan penting dalam memajukan bangsa indonesia sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka harus segera mengaplikasikannya dalam setiap tindakan jangan sampai menunggu waktu yang tepat akan tetapi lakukan saat ini juga. Karena Para Pemuda khususnya merupakan tulang punggung bangsa. Dimana masa depan bangsa ini amat tergantung mereka. Jika mereka tumbuh dan berkembang dengan baik maka bangsa ini pun kelak menjadi bangsa yang maju peradabannya dan sebaliknya jika mereka tidak mampu berkembang akan tamat riwayat bangsa ini.