Pendidikan merupakan hal yang penting dalam pembangunan karena tanpa pengetahuan sebuah negara tak akan maju. Namun kenyataanya tidak semua rakyat Indonesia dapat menikmati pendidikan sebagaimana mestinya. Jutaan anak putus sekolah bahkan sampai tahun 2000, lebih dari enam juta jiwa anak usia sekolah tidak mampu menyelesaikan pendidikan tingkat dasar, ribuan gedung sekolah ambruk, bahkan digusur, mafia pendidikan merajalela, serta jutaan anak yang bahkan tidak bersekolah lantaran orang tua mereka tidak mampu sehingga takut menyekolahkan anak-anak mereka. Dalam Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” telah menerangkan bahwa seharusnya setiap warga negara Indonesia memeroleh pendidikan. Sedangkan pendidikan merupakan jalan untuk mencapai salah satu tujuan negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti terdapat pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat. Maka dari itu pemerintah perlu memajukan IPTEK dengan nilai-nilai agama dan persatuan bangsa. Ayat ini bermaksud bahwa sistem pendidikan tidak akan memecah persatuan bangsa. Realitanya semakin kompleksnya sistem yang dibuat pemerintah justru mengakibatkan individualitas bertambah.Sikap nasionalisme menjadi sangat kuat mengembangkan kesetaraan, dan mengandung semangat pembebasan, sehingga merangsang pengikutnya berani mengorbankan dan meninggalkan dirinya demi loyalitas nasional. Memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa selama beberapa tahun belakangan ini,
sesungguhnya disulut oleh menguatnya sentimen kedaerahan dan semangat
primordialisme pascakrisis. Suatu sikap yang sedikit banyak disebabkan oleh kekecewaan sebagian besar anggota dan kelompok masyarakat bahwa kesepakatan bersama (contract social) yang mengandung nilai-nilai seperti keadilan dan perikemanusiaan dan musyawarah kerap hanya menjadi retorika kosong. Dengan memudarnya nasionalisme, yang terutama disebabkan oleh begitu tingginya ketidakadilan; korupsi yang merajalela dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang tidak diselesaikan secara tuntas lewat jalur hukum, dan lain-lain, maka
musuh bangsa yang paling utama sekarang ini adalah bukan penjajah, bukan sikap
ekspansif atau sikap agresor negara tetangga, melainkan birokrasi yang korup,
ketidakadilan dan/atau ketidakmerataan ekonomi dan politik, kemiskinan, kekuasaan yang sewenang-wenang dan sebagainya. Ketika nasionalisme itu goyah atau redup, pastilah goyah dan redup pula negara kita. Kini, nasionalisme terasa makin memudar. Mengingat nasionalisme terutama berkembang sebagai lawan dari kolonialisme. Maka, saat praktik dan struktur kolonialisme serta pejajahan tidak lagi mudah dilihat secara kasat mata, wajar bila relevansi nasionalisme berkurang Selain itu, nasionalisme mendapat tantangan yang makin kuat dari tiga arah, , tantangan dari luar, yaitu globalisasi ekonomi dan kebudayaan-yang difasilitasi kemajuan teknologi komunikasi dan informasi-yang berlangsung makin penetratif ke segala sudut dunia.Globalisasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi turunnya sikap nasionalisme masyarakat Indonesia Globalisasi ini pada dasarnya standarisasi kehidupan global yang didominasi kekuatan ekonomi dan kultur Barat. Menurut Edison A. Jamli dkk.mengatakanbahwa Globalisasi pada hakikatnya adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia. Globalisasi berlangsung di semua bidang kehidupan seperti bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan dan lain- lain. Teknologi informasi dan komunikasi adalah faktor pendukung utama dalam globalisasi. Dilihat dari globalisasi dibidang politik, pemerintahan dijalankan secara terbuka dan demokratis. Karena pemerintahan adalah bagian dari suatu negara, jika pemerintahan djalankan secara jujur, bersih dan dinamis tentunya akan mendapat tanggapan positif dari rakyat. Tanggapan positif tersebut berupa rasa nasionalisme terhadap negara menjadi meningkat. Dari aspek globalisasi ekonomi, terbukanya pasar internasional, meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan devisa negara. Dengan adanya hal tersebut akan meningkatkan kehidupan ekonomi bangsa yang menunjang kehidupan nasional bangsa. Dari globalisasi sosial budaya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa.Globalisasi mampu meyakinkan masyarakat Indonesia bahwa liberalisme dapat membawa kemajuan dan kemakmuran. Sehingga tidak menutup kemungkinan berubah arah dari ideologi Pancasila ke ideologi liberalisme. Jika hal tesebut terjadi akibatnya rasa nasionalisme bangsa akan hilang. Dari globalisasi aspek ekonomi, hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri karena banyaknya produk luar negeri (seperti Mc Donald, Coca Cola, Pizza Hut,dll.) membanjiri di Indonesia. Dengan hilangnya rasa cinta terhadap produk dalam negeri menunjukan gejala berkurangnya rasa nasionalisme masyarakat kita terhadap bangsa Indonesia. Mayarakat kita khususnya anak muda banyak yang lupa akan identitas diri sebagai bangsa Indonesia, karena gaya hidupnya cenderung meniru budaya barat yang oleh masyarakat dunia dianggap sebagai kiblat. Mengakibatkan adanya kesenjangan sosial yang tajam antara yang kaya dan miskin, karena adanya persaingan bebas dalam globalisasi ekonomi. Hal tersebut dapat menimbulkan pertentangan antara yang kaya dan miskin yang dapat mengganggu kehidupan nasional bangsa. Munculnya sikap individualisme yang menimbulkan ketidakpedulian antarperilaku sesama warga. Dengan adanya individualisme maka orang tidak akan peduli dengan kehidupan bangsa.Arus globalisasi begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Pengaruh globalisasi terhadap anak muda juga begitu kuat. Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Dilihat dari sikap, banyak anak muda yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Jika pengaruh-pengaruh di atas dibiarkan, mau apa jadinya genersi muda tersebut? Moral generasi bangsa menjadi rusak, timbul tindakan anarkis antara golongan muda. Hubungannya dengan nilai nasionalisme akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa peduli terhadap masyarakat. Padahal generasi muda adalah penerus masa depan bangsa. Apa akibatnya jika penerus bangsa tidak memiliki rasa nasionalisme? Dan memudarnya rasa kebanggaan bagi bangsa Indonesia inilah yang sesungguhnya menjadi problema rasa nasionalisme itu sendiri. Rasa bangsa sebagai bagian dari Bangsa Indonesia dikalangan generasi muda perlu terus dipupuk, disaat adanya kesan perubahan kadar dan nilai rasa nasionalisme para pemuda belakangan ini. Mengingat dasar utama negara kita adalah , merosotnya nasionalisme pada dasarnya membahayakan kelangsungan hidup negara kita. Supaya tetap bisa eksis secara mantap, nasionalisme harus dirawat agar tetap relevan guna menghadapi tantangan zaman, karena bagaimana pun nasionalisme masih tetap menjadi dasar adanya negara-negara saat ini. Antisipasi Pengaruh Negatif Globalisasi Terhadap Nilai Nasionalisme Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri, Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya, Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya., Mewujudkan supremasi hukum, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya, Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa. dengan adanya langkah-langkah pengantisipasian tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa. Sehingga rasa nasionalisme terhadap bangsa akan selalu tercermin dalam bentuk pendidikan. Dimanapun apabila kita semua telah dapat menumbuhkan rasa dan semangat nasionalisme kita berarti kita telah mampu mengikuti sistem pendidikan sehingga akan mencapai keberhasilan yang hakiki. Dalam wajah pendidikan indonesia sendiri, nasionalisme juga mempunyai peranan penting dalam memajukan bangsa indonesia sesuai dengan pembukaan UUD 1945 alinea keempat yang berbunyi mencerdaskan kehidupan bangsa. Maka harus segera mengaplikasikannya dalam setiap tindakan jangan sampai menunggu waktu yang tepat akan tetapi lakukan saat ini juga. Karena Para Pemuda khususnya merupakan tulang punggung bangsa. Dimana masa depan bangsa ini amat tergantung mereka. Jika mereka tumbuh dan berkembang dengan baik maka bangsa ini pun kelak menjadi bangsa yang maju peradabannya dan sebaliknya jika mereka tidak mampu berkembang akan tamat riwayat bangsa ini.
Senin, 14 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Play emperor casino - Shootercasino
BalasHapusJoin Play Online casino 제왕카지노 - Live Dealer games at Shootercasino. Enjoy all the excitement of the action on 메리트카지노 a Live Casino! · Join worrione Now.